Sunday, February 14, 2021

Renovasi Rumah - Part 2

Okey, setelah ngomong panjang lebar di postingan sebelumnya, di bagian kedua ini si ibu cuma mau nunjukin before dan after dari bagian2 rumah yang direnovasi. Yuk mariii...












Di keseluruhan lantai 1 hanya ruang tamu yang ga dirubah sama sekali. Ruang lainnya entah direnovasi atau dapat perabot baru. Alhamdulillah per hari ini pekerjaan renovasinya sudah selesai. Kalaupun tukang datang, biasanya krn permintaan yang kecil2 utk melengkapi atau merapikan bbrp bagian agar lebih pas dan bagus.

Selain itu, bersih2 dan rapi2 pasca renovasi juga udah kelar. Saat pekerjaan sipil selesai, mandor menugaskan 2 orang tukang yg khusus membantu nge-vacuum, gosok2 lantai, dan bersihin kamar mandi yg tentu ikutan kotor. Ini lumayan bgt membantu gw. Setelah pekerjaan interior selesai, gw panggil tukang vacuum profesional utk bersihin sofa dan kasur. Cover dudukan sofa dan bantal sofa di-dry clean. Sekarang semua sudah bersih kembali dan bebas debu.

Rumput yang rusak parah selama renovasi juga udah subur kembali pasca ditanam ulang. Demikian pula daun2 yg kena debu atau adukan semen, udah bersih krn dielap atau kena air hujan. Alhamdulillah....kami harus banyak2 bersyukur pada Allah...

Masa beberes itu gw msh aktif ngajar di STAN. Alamak luar biasa ga termotivasi utk persiapab ngajar. Gw lbh suka bersih2 rumah. Mungkinkah passion gw yg sebenarnya jd ART, bukan dosen? Wkwkwkwkw...

-the wife-

Wednesday, February 3, 2021

Renovasi Rumah - Part 1

Meskipun sedang pandemi, berkat rejeki dari Allah, kami dapat merenovasi rumah. Renovasi ini memang impian gw dr dulu. Tujuan utamanya adalah untuk membuat rumah mendapat banyak cahaya alami. Maka kami merobohkan tembok2 yang dirasa ga perlu dan melebarkan jendela di dapur, kamar utama, dan kamar anak2. Selain itu, sangat disayangkan bahwa rumah dengan tanah sebesar ini ga punya ruang untuk cuci dan jemur. Selama ini, cuci dan jemur dilakukan di teras belakang dapur. Ini membuat jendela di dapur ga pernah bisa dibuka karena ada jemuran. Makin gelaplah dapur. Jadi salah satu must do dalam renovasi kali ini adalah membuat ruang cuci dan jemur di lt 2. Untuk keperluan itu, akhirnya kami menambah ruangan baru di lt 2 dengan ngecor atas musholla (awalnya atas musholla ga ada ruangan apapun). Nah, mumpung likuiditas sedang tinggi, kabinet dapur dan lemari kloset juga diganti dengan yang lebih bagus. Dulu saat rumah ini dibangun dananya mepet bgt. Jd kabinet dapur dan lemari2 dibuat seadanya aja. Sepertinya sudah waktunya diganti sesuai selera.

Renovasi dimulai di akhir November, dengan perkiraan waktu 2 bulan krn banyaknya pekerjaan yg harus dilakukan. Pekerjaan sipil selesai lebih cepat. Yang lama adalah untuk interior seperti dapur, meja bar, rak buku, dan lemari kloset. Maklum, pake tukang interior langganan selebgram, jd proyeknya banyak. Meski pandemi gini dengar2 ada 40 proyek yg dikerjakan berbarengan dengan proyek rumah kami. Maka semuanya br selesai di minggu pertama februari. 

Meski pekerjaannya buanyaaak bgt, kami tetap tinggal di rumah selama renovasi. Awalnya kami semua menempati kamar utama. Sempet sebulan aktivitas kami semua adanya di kamar itu. Mulai dari SFH, WFH, ngajar online, mandi, makan, dan tidur, semuanya tumplek di kamar utama. Anak2 sih tetap hepi aja. Mereka malah bilang kyk di hotel. Hahahaha. Inilah kamar kost kami di bulan pertama renovasi.

Kelihatan penuh ya dengan bbrp kasur, meja belajar, dan perabot lain. Klo makan wah ribet deh. Dan di periode itu anak2 msh aktif SFH dan ibunya lg full ngajar serta interview orng2 sbg bagian dr pengerjaan proyek PPA. Maka jarang bgt pemandangan kamar kost kami bisa serapi ini. Hahahaha...

Utk mengetahui bagaimana besarnya skala renovasi kali ini, silakan lihat foto2 berikut.











Percayalah, debu dan puing2nya bagaikan rumah kena bom. Tapi krn ini keinginan gw, ya udah dijalani aja. Anak2 bahagia minta ampun krn mungkin merasa seperti ada playground yg besar. Hahahahaha. Kami sempat pulang kampung di minggu terakhir Desember. Dari Wonosobo kami terus ke Bandung, ke tempat Tante Indah. Harapannya, sekembalinya kami semua pekerjaan sipil sudah selesai. Paling engga kamar utama deh udah selesai bongkar jendela dan diganti dengan kusen baru. Apalagi kamar itu langsung digarap tepat setelah kami berangkat. Tapi apa daya, begitu kami touch down rumah 10 hari kemudian, kami disambut dua lemari gede di teras depan. Rupanya itu lemari dari kamar utama yg rencananya akan diganti. Mungkin ga muat masuk ke ruang tengah, maka ditaro aja di teras. Lalu jendela kamar utama boloooong gede bgt. Blm ada tanda2 kusen alumuniumnya dipasang. OMG... Not to mention debu yang masih luar biasa banyak. Waduuhh..jd kami tidur dimana? Sebelum berangkat, kamar anak2 kami penuhi dengan baju2 dari lemari di kamar depan yg jumlahnya seabreg2. Jd so pasti ga mungkin tidur di situ. Akhirnya di bulan kedua renovasi, kami tinggal di lt atas, di kamar yg dulunya punya Tante Indah. Udah cape perjalanan pulang, msh harus menyiapkan kamar utk kami sekeluarga tinggali itu rasanya aduhaaaaaii... Tapi setelah proses bersih2 selesai, lumayan juga kami jd bisa menempati keseluruhan lt atas. Dari yg awalnya cuma menempati satu kamar kost, kali ini kami naik level jd tinggal di apartemen dengan 2 kamar, kamar mandi, dan ruang duduk. Hahahaha. Inilah "apartemen" kami.


Ruang cuci dan jemur kami juga sudah selesai saat kami pulang. Tinggal pasang lampu aja. Ini dia penampakannya saat itu.


Koq saat itu? Iya dooong. Krn seiring dengan berjalannya waktu, kami melengkapi dan memperindah ruangan itu sehingga skrng menjadi seperti ini:
 





Wah, udah panjang nih nulisnya. Nanti lanjut ke part 2 ya.

-the wife-